SUKABUMI, MUIJABAR – Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat menggelar acara Gebyar Muharram 1448 H yang bertempat di Pondok Pesantren Azzainiyyah, Nagrog, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (25/6/2026) malam. Kegiatan tersebut menjadi rangkaian dari peringatan Milad Penegakan Syariat Islam (PSI) ke-25 di Kabupaten Sukabumi, Milad Dewan Masjid Indonesia (DMI) ke-54, sekaligus dipadukan dengan Majelis Manaqib Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani QS TQN Suryalaya Tasikmalaya.
Acara ini dihadiri oleh Wakil Ketua Umum MUI Pusat Dr KH Marsudi Syuhud M.M., Bupati Sukabumi Drs. H Asep Japar M.M., Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi Drs H Ade Suryaman S.H., M.M., Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Barat Dr. KH Aang Abdullah Zein M.Pd.I, Wakil Ketua Umum MUI Jawa Barat Dr. KH. Asep Zaenal Muttaqien S.T., M.Ag., Bendahara Umum MUI Jawa Barat H Supadi Sulaeman, Ketua PW DMI Provinsi Jawa Barat K.H. Mohammad Mansur Syaerozi, Sekretaris PW DMI Provinsi Jawa Barat Kiai Lutfi Hermawansyah, keluarga besar para Deklarator PSI Kabupaten Sukabumi, forkopimda, serta ribuan jemaah dari berbagai daerah.
Dalam sambutannya, Ketua Umum MUI Jawa Barat sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Azzainiyyah Dr. KH. Aang Abdullah Zein M.Pd.I menyampaikan bahwa momentum pergantian Tahun Baru Hijriyah serta usia 25 tahun penegakan syariat Islam di Sukabumi harus menjadi refleksi bersama untuk memperkuat pondasi keagamaan dan kemaslahatan umat, khususnya di wilayah Jawa Barat.
"Waktu terus berlalu, tapi semangat tidak boleh pudar. Maka dalam momentum Gebyar Muharram ini, mari kita menjadi lebih dewasa, kita menjadi orang islam yang lebih menaikan ketakwaan, dan mari kita bercermin agar kita menjadi manusia yang bisa lebih baik lagi," ungkapnya.
Dr. KH. Aang Abdullah Zein M.Pd.I menjelaskan bahwa kegiatan ini juga bertepatan dengan dilaksanakannya milad penegakan syariat Islam ke-25 di Kabupaten Sukabumi. Ia menyebutkan bahwa Islam ditegakkan oleh Nabi Muhammad Saw yang dilanjutkan perjuangannya oleh para sahabat, para tabiin, atbaut tabiin, para ulama salafus saleh, dilanjutkan perjuangannya oleh para ulama-ulama mutaakhirin.
"Penegakan syariat Islam di Kabupaten Sukabumi tidak mendirikan negara di dalam negara, tidak merubah garis besar haluan negara, tidak merubah keagungan negara, tidak merendahkan struktur kemuliaan negara. Tetapi penegakan syariat Islam di Kabupaten Sukabumi adalah melaksanakan penyegaran pengamalan syariat Islam khususnya nya rukun Islam secara benar dan sungguh-sungguh," tegasnya.
"Semangat dari penegakan syariat Islam ini dilanjutkan jadi gerakan ikatan penggerak Qoryah mubarokah yang kita singkat dengan nama Iqomah. Maka dari semangat inilah Iqomah tumbuh. Maka 10 Muharram adalah menjadi miladnya Iqomah. 10 Muharram adalah menjadi penyegaran kita untuk lebih bangkit lagi, supaya Islam lebih hebat lagi, supaya Islam lebih mulia lagi," tuturnya.
Dr. KH. Aang Abdullah Zein M.Pd.I juga mengajak agar masyarakat untuk ikut menghadiri majelis manakib. "Orang selalu bertanya, "Ngapain si manaqib?" Di saat pundak dan otak sudah sulit untuk bekerja. Di saat otak tumpul, doa mandul. Di saat sudah mulai melemah kita dengan seluruh masalah, maka biarkanlah karamah yang bekerja, biarkanlah kemuliaan-kemuliaan mereka yang bekerja," pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Sukabumi Drs. H Asep Japar M.M., mengapresiasi yang setinggi-tingginya kepada MUI Jawa Barat dan Pondok Pesantren Azzainiyyah yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut. Pihaknya menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan ulama dalam mengawal program-program keagamaan yang berdampak positif bagi masyarakat.
"Hijriyah bukan hanya menjadi penanda pergantian tahun tetapi menjadi momentum refleksi spiritual yang sangat penting bagi kita semua untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Momentum ini harus menjadi titik tolak bagi kita semua untuk senantiasa mengevaluasi diri, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta memperkuat ukhuahiriah islamiah dalam membangun tatanan masyarakat yang lebih harmonis," tuturnya.
Drs. H Asep Japar M.M.menyebutkan bahwa malam hari ini juga memperingati milad yang ke 25 Deklarasi Peringatan Syariat Islam ke-25 di Kabupaten Sukabumi. Ia mengungkapkan bahwa hal tersebut merupakan sebuah komitmen besar yang telah diikrarkan oleh para ulama dan umarah Kabupaten Sukabumi untuk menjadikan nilai-nilai ajaran Islam sebagai pedoman dan landasan dalam setiap sendi kehidupan bermasyarakat sehingga terciptanya kedamaian, ketertiban dan kesejahteraan bagi ke seluruh masyarakat Kabupaten Sukabumi.
Drs. H Asep Japar M.M. juga mengungkapkan harapannya terkait peringatan Milad ke-54 Dewan Masjid Indonesia (DMI). Menurutnya, usia yang telah lebih dari setengah abad merupakan bukti konsisten dan pengabdian DMI dalam memakmuran masjid serta menjadikannya sebagai pusat ibadah dakwah pendidikan, pemberdayaan umat dan pembinaan karakter masyarakat.
"Semoga DMI Kabupaten Sukabumi semakin kokoh, jaya, dan istikamah dalam memakmurkan masjid dan memberikan manfaat yang luas bagi umat khususnya di Kabupaten Sukabumi yang tercinta ini. Pelaksanaan majelis manaqib pada malam hari ini juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam upaya kita membersihkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah Swt melalui keteladanan dan jajaran para wali serta ulama besar seperti Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani," tandasnya.
Selain itu, Wakil Ketua Umum MUI Pusat Dr. KH. Marsudi Syuhud menjelaskan bahwa Muharram merupakan bulan yang istimewa sebab termasuk dalam salah satu arba'atul hurum atau empat bulan yang dimuliakan.
"Kenapa di bulan Asyura itu diperingati di mana-mana? Karena di bulan Asyura ini punya kehebatan, punya khasais, punya fadilah yang sangat besar melebihi bulan lain. Yaumul asyura yaumun adzim," paparnya.
"Di waktu yang istimewa Muharram ini kira-kira kira-kira doa yang paling istimewa itu apa? Hasbunallah wani'mal wakil, ni'mal maula wa nikmannashiir. Kalau ingin rezekinya dipermudah di bulan Asyura ini, baca doa ini minimal sehari semalam 70 kali. Ini menurut pendapatnya Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani. Mumpung pada bulan istimewa, Insya Allah pintu rezekinya dimudahkan oleh Allah Swt," tandasnya.
Muhammad Rizqy Fauzi, M.Sos. (Infokom MUI Prov. Jabar)
