BANDUNG – Berlandaskan niat suci untuk berkhidmat kepada umat, pengurus Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat masa khidmat 2025-2030 menggelar rapat konsolidasi pada Senin (11/5/2026). Bertempat di Kantor MUI Provinsi Jawa Barat, pertemuan yang berlangsung sejak pukul 13.00 hingga 16.00 WIB ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi dan langkah pengabdian.
Pertemuan ini dihadiri oleh 21 pengurus komisi dari total 32 pengurus dan didampingi langsung oleh Dr. Atep Jamaludin selaku Sekretaris Pembina Dakwah, mewakili Ketua Bidang Pembinaan Dakwah yang sedang berhalangan melaksanakan ibadah umrah. Dalam suasana yang akrab, Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Jawa Barat, Dr. KH. Ishaq Fauzi Al-Fauzani, M.Ag., memberikan arahan yang sarat akan makna mendalam bagi seluruh pengurus.
Dalam pernyataannya, beliau menekankan bahwa bergabung di MUI adalah panggilan untuk betul-betul berkhidmat dan mengabdi kepada umat, bukan sekadar tempat untuk "tempel nama" di dalam struktur organisasi. Beliau mengingatkan bahwa amanah ini harus dijalankan dengan kesungguhan hati.
Lebih lanjut, beliau menyampaikan pesan kerendahan hati bahwa penunjukan dan pemilihan para pengurus bukanlah semata-mata karena kehebatan atau tingginya tingkat keilmuan masing-masing individu, melainkan sebuah tanggung jawab dan amanah besar yang perlu diemban bersama melalui kolaborasi yang erat dan saling menguatkan satu sama lain.
Niat pengabdian ini dipancangkan kuat di atas landasan Empat Pilar Pengabdian (Garis Panduan) MUI tingkat Jawa Barat: Bersatu dalam aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah, Berjamaah dalam beribadah, Toleransi dalam khilafiyah, serta Bekerja sama dalam berdakwah. Keempat pilar ini menjadi kompas utama bagi komisi dalam menerjemahkan visi "Hikmah Ulama untuk Mewujudkan Jawa Barat Istimewa Tahun 2030".
Berdasarkan visi dan misi tersebut, Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat dipandu oleh wakil Sekretaris Ahmad Setiawan telah bersepakat merumuskan tiga program kerja konkret sebagai bahan rapat koordinasi dengan semua komisi dan badan kemudian:
Berdasarkan visi dan misi tersebut, Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat dipandu oleh wakil Sekretaris Ahmad Setiawan telah bersepakat merumuskan tiga program kerja konkret sebagai bahan rapat koordinasi dengan semua komisi dan badan kemudian:
- Ekspansi Dakwah Digital Mandiri: Mengelola akun media sosial khusus secara mandiri untuk menyampaikan hasil kerja komisi, merespons isu aktual secara mencerahkan, dan menyajikan edukasi fiqih praktis (ibadah, muamalah, siasah, hingga dakwah) bagi pengurus MUI di berbagai tingkatan.
- Standarisasi Dai dan Daiyah: Menyelenggarakan kegiatan untuk menyamakan persepsi dakwah yang rahmatan lil 'alamin dan moderat (wasathiyah) dengan melibatkan perwakilan lembaga dakwah antar ormas Islam se-Jawa Barat.
- Penguatan Literasi dan Kapasitas: Melakukan pencetakan buku bekerja sama dengan lembaga tashih serta menyelenggarakan pelatihan-pelatihan kompetensi bagi para dai dan daiyah.
