Cover Banner (1640 × 624 piksel)



"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk." (QS. an-Nahl :125)
Belajar Kebangsaan dari NU: Meneladani Kiprah KH. Ahmad Dasuki, Ketua Bidang Kajian MUI Jabar

MUI JABAR – Membicarakan wawasan kebangsaan dalam bingkai keislaman tidak akan pernah lepas dari peran para kiai dan ulama yang istikamah merawat harmoni di tengah masyarakat. Baru-baru ini, sebuah artikel reflektif nan menggugah di islami.co berjudul "NU yang Saya Kenal: Delapan Tahun Belajar Kebangsaan dari Nahdlatul Ulama" menarik perhatian kami di meja redaksi MUI Jawa Barat.

Tulisan tersebut memotret secara jernih bagaimana nilai-nilai kebangsaan (ukhuwah wathaniyah) diajarkan bukan sekadar melalui mimbar, melainkan lewat keteladanan sikap dan tindak tanduk para ulamanya.

Penulis artikel tersebut, Vanessa Shania, yang merupakan seorang perempuan Katolik keturunan Tionghoa, membagikan pengalamannya berinteraksi dengan lingkungan ulama sejak ia duduk di bangku SMA pada tahun 2018. Dari sekian banyak hikmah yang ia urai, ada satu hal yang membuat kami di MUI Jawa Barat merasa sangat bangga sekaligus bersyukur. Penulis secara khusus memberikan porsi highlight pada sosok ulama kharismatik yang kiprahnya tak diragukan lagi, yakni KH. Ahmad Dasuki.

Bagi keluarga besar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat, nama KH. Ahmad Dasuki tentu sangat lekat di hati. Selain dikenal luas sebagai Wakil Ketua PWNU Jawa Barat, beliau saat ini juga turut mengemban amanah strategis sebagai Ketua Bidang Pengkajian MUI Jawa Barat. Melihat dedikasi dan kiprah beliau dipotret dari kacamata pihak luar yang berbeda keyakinan, memberikan keharuan dan perspektif yang sangat menyegarkan.

Dalam tulisannya, Vanessa menceritakan bagaimana sosok KH. Ahmad Dasuki memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan intelektualnya.

"Melalui berbagai diskusi yang hangat dan penuh keterbukaan, beliau memperkenalkan kepada saya wajah Nahdlatul Ulama yang berakar kuat pada tradisi, namun tetap mampu berdialog dengan modernitas; Islam yang ramah terhadap budaya, menjunjung persatuan, dan selalu mengedepankan kemaslahatan," tulis Vanessa dalam catatannya.

Lebih lanjut, Vanessa merekam sebuah sisi humanis dari KH. Ahmad Dasuki yang di kalangan sahabat-sahabat pengurus PWNU Jawa Barat kerap dijadikan bahan gurauan akrab dengan julukan “wakil dari langit”.

Di mata sang penulis muda ini, sosok yang kini memimpin Bidang Pengkajian MUI Jabar tersebut adalah seorang guru sekaligus sahabat berdiskusi. Beliau dinilai berhasil membantu seorang generasi muda lintas iman untuk memahami nilai-nilai dasar keislaman dan kebangsaan secara jernih, rasional, dan membumi.

Luar biasanya, bimbingan kultural ini tidak terputus. Ketika Vanessa menempuh pendidikan Magister Kenotariatan di Universitas Indonesia, KH. Ahmad Dasuki tetap memberikan arahan agar ia menjalin silaturahim dengan tokoh-tokoh ulama di Kota Depok. Sebuah laku kepemimpinan yang memastikan bahwa benih persaudaraan terus tumbuh di mana pun kaki berpijak.

Kisah yang diangkat oleh islami.co ini sejatinya menjadi cerminan nyata dari visi yang selama ini dibangun oleh KH. Ahmad Dasuki, baik dalam kapasitasnya di PWNU maupun di MUI Jawa Barat. Melalui Bidang Pengkajian MUI Jabar yang dipimpinnya, beliau senantiasa mendorong agar produk-produk pemikiran, fatwa, dan panduan keumatan selalu berlandaskan pada kedalaman ilmu agama yang merangkul keberagaman bangsa.

Bagi beliau, berislam secara kaffah dan mencintai keberagaman Indonesia adalah dua tarikan napas yang tidak bisa dipisahkan. Keteladanan yang ditunjukkan oleh KH. Ahmad Dasuki membuktikan bahwa ulama bukan hanya sekadar penjaga moral umat, tetapi juga arsitek peradaban yang merekatkan simpul-simpul kebangsaan di akar rumput tanpa sekat prasangka.

Sebagai penutup, redaksi MUI Jawa Barat sangat mengapresiasi artikel dari Vanessa Shania yang telah merekam jejak langkah kebaikan ini. Semoga keteladanan KH. Ahmad Dasuki senantiasa menjadi oase dan inspirasi bagi kita semua untuk terus merawat keislaman dan kebangsaan dengan penuh hikmah dan kebijaksanaan.

E. Wifky Afandi (Infokom MUI Prov. jabar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *