Cover Banner (1640 × 624 piksel)



"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk." (QS. an-Nahl :125)
Ganas Annar MUI Jabar Gelar Sosialisasi di Daarut Tauhid, Ribuan Santri Karya Siap Jadi Garda Terdepan Anti-Narkoba

BANDUNG, MUI JABAR – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat melalui Gerakan Nasional Anti Narkoba (Ganas Annar) terus bermanuver memperluas jangkauan edukasi pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika di tengah masyarakat.

Pada Jumat (17/7/2026), tim Ganas Annar MUI Jawa Barat menggelar agenda sosialisasi strategis di lingkungan Pondok Pesantren Daarut Tauhid (DT) Bandung.

Kegiatan edukasi dan literasi ini dilangsungkan bertepatan dengan momentum majelis rutinan bakda Tausiah Santri Karya DT. Antusiasme jamaah yang hadir sangat luar biasa, tercatat kurang lebih 1.400 santri karya (pengurus/karyawan) yang berasal dari empat yayasan di bawah naungan lembaga Daarut Tauhid ikut berpartisipasi menyimak materi. Pembekalan wawasan terkait bahaya narkotika yang diiringi dengan literasi media diharapkan mampu menjadi tameng yang kuat bagi lingkungan pesantren agar terhindar dari berbagai modus baru peredaran barang haram tersebut.

Mencetak Garda Terdepan Anti-Narkoba

Agenda silaturahim dan sosialisasi ini tidak sekadar menjadi ajang penyampaian informasi satu arah, melainkan membawa satu visi besar keumatan.

Kehadiran Ganas Annar MUI Jabar menaruh harapan besar agar ribuan santri karya di Daarut Tauhid tidak hanya mampu membentengi diri mereka sendiri dan keluarganya, tetapi juga dapat bertransformasi menjadi garda terdepan (pelopor) dalam upaya pencegahan serta pemberantasan narkoba, khususnya di wilayah Jawa Barat.

Sinergi yang terbangun antara Ganas Annar MUI Jawa Barat dan Pondok Pesantren Daarut Tauhid ini membuktikan komitmen nyata bahwa pesantren senantiasa hadir sebagai benteng moral peradaban, yang siap melawan segala bentuk kemaksiatan dan hal-hal yang merusak akal serta jiwa umat. E. Wifky Afandi (Infokom MUI Prov. Jabar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *