BANDUNG, MUI JABAR – Gerakan Nasional Anti Narkoba (Gannas Annar) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat menggelar pertemuan strategis dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Barat pada Senin (11/5/2026). Pertemuan krusial ini menjadi langkah konkret dalam menyatukan kekuatan antara otoritas keamanan dan ulama guna membentengi umat dari bahaya laten peredaran gelap narkotika.
Delegasi Gannas Annar MUI Jawa Barat dalam audiensi ini dipimpin oleh Wakil Ketua, Dr. Ade Arip Ardiansyah, M.Pd., didampingi oleh Sekretaris Dr. Imam Sucipto, M.Ag., beserta jajaran anggota yang terdiri dari K. Abdul Hamid, Ust. Hendri Tri Sucipto, Ust. Hasan Abu Azhad, dan Ust. Indra. Rombongan ini disambut secara langsung oleh Kepala BNNP Jawa Barat, Brigjen Pol. Sulistiyo Pudjo, S.I.K., M.Si..
Fakta Mengkhawatirkan: Jabar Zona Produktif Obat Terlarang
Dalam pemaparannya, Brigjen Pol. Sulistiyo Pudjo mengungkap realitas yang sangat memprihatinkan terkait kondisi darurat narkoba di wilayahnya. Ia membeberkan bahwa Jawa Barat saat ini telah menjadi daerah yang sangat produktif dalam hal pembuatan obat-obatan terlarang.
Lebih mengejutkan lagi, pihak BNNP menyebutkan sebuah angka yang menjadi alarm keras bagi seluruh pihak: 40 persen dari pengguna narkoba berada di lingkup masyarakat Jawa Barat. Merespons kondisi kritis tersebut, Kepala BNNP Jawa Barat melontarkan komitmen tegas tanpa kompromi. "Tidak ada ampun untuk narkoba!" tegasnya.
Sinergi Multisektoral Jadi Kunci Utama
Menyadari besarnya tantangan yang dihadapi, Brigjen Pol. Sulistiyo menekankan bahwa BNNP tidak bisa bergerak sendirian. Pihaknya berkomitmen untuk memaksimalkan sinergi dengan berbagai lembaga negara terkait, serta merangkul kekuatan elemen masyarakat dan organisasi kemasyarakatan (ormas).
Secara khusus, Kepala BNNP menggarisbawahi peran krusial institusi keagamaan. Ia menegaskan perlunya kerja sama yang maksimal dengan para kiai dan ulama MUI untuk memberikan benteng moral dan spiritual bagi masyarakat.
Langkah Konkret dan Rencana Sowan ke Ketum MUI Jabar
Sebagai bentuk nyata dari sinergi ini, BNNP Jawa Barat menyatakan kesiapan penuh untuk membantu agenda sosialisasi anti-narkoba yang dijalankan oleh Gannas Annar MUI. BNNP bahkan bersedia turun tangan menyediakan pemateri edukasi, sekaligus siap memfasilitasi kerja sama dengan instansi lain guna mendukung pendanaan pelaksanaan program-program tersebut.
Untuk mematangkan strategi di lapangan, BNNP Jawa Barat secara khusus meminta jajaran pengurus Gannas Annar agar segera mengagendakan perkumpulan guna menerima arahan serta berdiskusi lebih lanjut bersama BNNP.
Tak berhenti di level komisi, Brigjen Pol. Sulistiyo Pudjo juga merencanakan kunjungan kehormatan (sowan) dalam waktu dekat untuk bertemu langsung dengan Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Barat. Pertemuan puncak tersebut ditujukan untuk merumuskan cetak biru program kerja sama dan memperkokoh sinergitas antara BNNP dan MUI secara kelembagaan.
Adapun untuk perkembangan koordinasi tindak lanjut, kedua belah pihak sepakat akan berkomunikasi secara intensif melalui narahubung yang telah ditentukan.
E. Wifky Afandi (Infokom MUI Jabar)
