Bandung - Ketua Komisi Fatwa MUI Jawa Barat, KH. Ahmad Yazid Fattah, menekankan pentingnya penyamaan visi di kalangan anggota dalam kegiatan Orientasi Komisi Fatwa MUI Jawa Barat yang digelar pada Sabtu–Minggu (2–3/5/2026) di Universitas Islam Nusantara, Kota Bandung. Kegiatan bertema “Fatwa Ulama untuk Kemaslahatan Bangsa Menuju Jawa Barat Istimewa” ini diikuti oleh seluruh anggota Komisi Fatwa sebagai langkah awal memperkuat peran kelembagaan.
Dalam sambutannya, KH. Ahmad Yazid Fattah menegaskan bahwa orientasi ini menjadi momentum penting untuk menyatukan arah gerak dan pemahaman dalam menjalankan tugas keulamaan. “Mengucapkan banyak terimakasih kepada UNINUS dan seluruh pihak yang ikut andil mensukseskan acara ini,” ujarnya. Ia menambahkan, kebersamaan visi dan komitmen menjadi kunci dalam menghadapi berbagai persoalan keumatan yang semakin kompleks.
Berdasarkan laporan panitia, kegiatan ini bertujuan memberikan pembekalan awal sekaligus menyelaraskan persepsi terkait fungsi dan tanggung jawab Komisi Fatwa MUI Jawa Barat. Forum ini juga menjadi sarana konsolidasi internal guna memperkuat koordinasi antaranggota dalam merumuskan fatwa yang responsif dan solutif bagi masyarakat.
Lebih lanjut, KH. Ahmad Yazid Fattah menekankan bahwa peran Komisi Fatwa tidak hanya sebatas memberikan keputusan hukum, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui kerja kolektif yang terarah. “Semua produk makanan, obat-obatan, kosmetik juga harus diterapkan labelisasi halalnya. Alhamdulillah, telah disetujui nanti seluruh permintaan pendampingan dan labelisasi halal kita akan buka di seluruh Jawa Barat,” katanya. Ia menegaskan bahwa seluruh langkah tersebut tetap harus dilandasi oleh kesatuan visi demi mewujudkan kemaslahatan umat di Jawa Barat.
Ditulis oleh: Muhammad Abdul Basith, S.H.
