BANDUNG, MUI JABAR – Sebagai ikhtiar nyata dalam membentengi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika, Gerakan Nasional Anti Narkoba (GANNAS ANNAR) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat menggelar kegiatan "Sosialisasi Anti Narkoba". Kegiatan edukatif ini dilangsungkan di Pondok Pesantren Insan Madani, Cigadung, Kota Bandung, pada Jumat (19/6/2026).
Kehadiran rombongan GANNAS ANNAR MUI Jabar diwakili oleh sejumlah tokoh dan pemateri yang kompeten di bidangnya, antara lain Dr. Imam Sucipto, M.Ag., Ustaz Sholeh Abdul Hamid, Ustaz Hendi Tri Sucipto, S.Pd., Ustaz Hasan Basri, dan Ustaz H. Indra Muchtar, S.T.
Kehadiran tim dari MUI Jawa Barat ini disambut hangat oleh keluarga besar Pondok Pesantren Insan Madani. Pihak pesantren menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih atas kepedulian MUI Jabar dalam memberikan edukasi moral dan kesehatan bagi para santri.
Santri Adalah Pemimpin Masa Depan
Dalam pemaparan materinya, tim GANNAS ANNAR MUI Jabar menitikberatkan pada peran strategis santri dalam tatanan sosial masyarakat. Para pemateri mengingatkan sebuah pesan fundamental bahwa "Pemuda hari ini adalah pemimpin di masa depan". Oleh karena itu, santri dituntut untuk memiliki ketahanan batin yang kuat dan jangan sampai sekalipun tergoda oleh bujuk rayu narkoba.
"Narkoba adalah ancaman nyata yang dapat menghancurkan sendi-sendi kehidupan. Santri, sebagai generasi terpelajar yang memahami agama, harus senantiasa konsisten menjaga muruah dan mengibarkan panji-panji Islam di tengah tantangan zaman," tegas perwakilan GANNAS ANNAR di hadapan para santri.

Lebih jauh, sosialisasi ini juga merumuskan beberapa amanat penting bagi para santri guna menangkal peredaran narkoba, di antaranya:
- Menjadi Pionir Edukasi: Santri tidak boleh hanya berdiam diri, melainkan harus proaktif menjadi pionir (garda terdepan) dalam menyebarkan informasi yang benar terkait bahaya destruktif penggunaan narkoba kepada masyarakat luas.
- Memberikan Dampak Positif: Santri wajib menebarkan pengaruh dan dampak yang positif bagi lingkungan sekitarnya, ke mana pun mereka melangkah.
- Menjaga Eksistensi Kebaikan: Di tengah maraknya pergaulan bebas, santri harus teguh menjaga eksistensinya sebagai kelompok penebar kebaikan (khairu ummah).
- Menjadi Da'i Anti Narkoba: Dakwah hari ini bukan hanya soal ritual ibadah, tetapi juga dakwah amar ma'ruf nahi mungkar dalam bentuk menyelamatkan umat dari jerat narkoba.
Di penghujung acara, seluruh elemen yang hadir—baik dari pengurus pesantren, para santri, maupun tim MUI Jabar—berkomitmen untuk menyatukan visi dan langkah. Kegiatan ditutup dengan deklarasi moral untuk bersama-sama menolak segala bentuk bahaya narkoba demi menyelamatkan kehidupan bangsa dan kemuliaan agama. Penulis : Dr. Imam Sucipto, M.Ag (Sekretaris GANNAS-ANNAR MUI Prov. Jabar) Editor : E. Wifky Afandi
