BANDUNG, MUI JABAR – Komisi Pengkajian, Penelitian, dan Pengembangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat menggelar agenda Silaturahmi dan Penguatan Program Kerja Tahun 2026. Bertempat di Gedung MUI Provinsi Jawa Barat pada Rabu, 3 Juni 2026, kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran kelembagaan serta menyusun arah program agar lebih terukur sesuai amanat Musyawarah Kerja Daerah (Muskerda).
Acara tersebut dipandu oleh Sekretaris Komisi, Dr. KH. Faizal Pikri, dan dihadiri oleh jajaran pimpinan beserta anggota komisi.
Hadirkan Kajian Kritis sebagai Rujukan Kebijakan
Ketua Bidang Kajian MUI Jawa Barat, KH. Dasuki, MM., dalam sambutannya menekankan pentingnya penguatan kelembagaan sebagai fondasi utama dalam menjalankan fungsi komisi. Ia menyoroti tantangan umat yang semakin kompleks, sehingga menuntut MUI untuk menghadirkan kajian yang kritis, berkualitas, responsif, dan mampu menjadi rujukan dalam pengambilan kebijakan keumatan.
"Komisi Pengkajian, Penelitian, dan Pengembangan MUI Jawa Barat diharapkan menjadi pusat pemikiran strategis yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan pemerintah melalui hasil-hasil kajian yang komprehensif," ujar KH. Dasuki. Ia juga menegaskan bahwa kapasitas sumber daya manusia di komisi ini sudah lebih dari cukup dengan hadirnya para cendekiawan dari berbagai unsur yang kapasitasnya tidak diragukan lagi.
Tiga Klaster Program Kerja 2026
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian, dan Pengembangan MUI Jawa Barat, Dr. KH. Asep Sodiqin Maulana, memaparkan arah kebijakan komisi selama tahun 2026. Ia menjelaskan bahwa seluruh kegiatan akan difokuskan pada tiga klaster program kerja utama:
- Program Prioritas: Diarahkan pada pengkajian isu-isu viral keumatan dan kebangsaan di wilayah Jawa Barat yang berbasis pada data dan dokumentasi kajian.
- Program Unggulan: Difokuskan secara khusus pada isu-isu seputar pesantren beserta regulasinya.
- Program Rintisan: Mengedepankan penerbitan hasil penelitian melalui jurnal ilmiah MUI Jawa Barat, penguatan metodologi kajian dan penelitian, serta perluasan jejaring penelitian dengan berbagai lembaga di tingkat nasional maupun internasional.
Ketiga klaster program ini menjadi pedoman dalam pelaksanaan seluruh kegiatan komisi agar setiap program memiliki arah yang jelas, terukur, dan memberikan manfaat yang nyata bagi umat.
Langkah Implementasi dan Pembagian Tugas
Sesi pemaparan dilanjutkan oleh Wakil Ketua Komisi, Dr. Johar Arifin, yang menguraikan secara terperinci berbagai program kerja tersebut. Pembahasan mencakup rencana pengkajian isu strategis melalui FGD, penelitian keumatan, pengembangan kapasitas kelembagaan, publikasi ilmiah, hingga penguatan sistem informasi dan dokumentasi hasil kajian.
Forum ini juga merumuskan pembagian tugas bagi masing-masing anggota komisi pada program-program tersebut, diwarnai dengan penyampaian berbagai masukan konstruktif dari para anggota terkait implementasinya.
Kegiatan silaturahmi ini membuahkan komitmen bersama untuk memperkuat peran komisi sebagai pusat kajian strategis MUI Jawa Barat. Melalui program yang telah dirancang, komisi diharapkan mampu memberikan kontribusi yang lebih signifikan dalam merespons dinamika persoalan keumatan, sosial, budaya, pendidikan, ekonomi, hingga lingkungan yang berkembang di Jawa Barat.
Penulis : Dr. KH. Faizal Pikri (Sekretaris Komisi Pengkajian, Penelitian, dan Pengembangan MUI Provinsi Jawa Barat ) Editor : E. Wifky Afandi
