BANDUNG - Anggota Komisi X DPR RI, KH. Habib Syarif Muhammad, menekankan pentingnya fatwa yang responsif terhadap realitas sosial dalam kegiatan Orientasi Komisi Fatwa MUI Jawa Barat yang digelar pada Sabtu–Minggu (2–3/5/2026) di Universitas Islam Nusantara, Kota Bandung. Kegiatan bertema “Fatwa Ulama untuk Kemaslahatan Bangsa Menuju Jawa Barat Istimewa” ini diikuti oleh anggota Komisi Fatwa MUI Jawa Barat.
Dalam sambutannya mewakili Anggota Komisi X DPR RI, KH. Habib Syarif Muhammad menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Mengucapkan selamat dan sukses untuk Komisi Fatwa MUI Jawa Barat, semoga dapat memberikan banyak manfaat untuk masyarakat.” ujarnya. Ia menilai forum ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran ulama dalam memberikan panduan keagamaan yang relevan dan solutif bagi masyarakat.
Menurutnya, fatwa harus mampu menjawab dinamika sosial yang terus berkembang. “Hukum harus dekat dengan kenyataan di masyarakat. Fatwa bukan sekadar teks mekanis, melainkan produk pemikiran yang memiliki hati nurani,” tegasnya. Pernyataan tersebut menegaskan perlunya pendekatan kontekstual dalam merumuskan fatwa agar tetap sejalan dengan kebutuhan umat.
Berdasarkan rangkaian kegiatan, orientasi ini bertujuan memberikan pembekalan sekaligus menyelaraskan persepsi anggota Komisi Fatwa MUI Jawa Barat dalam menjalankan tugasnya. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara ulama dan pemangku kepentingan, sehingga fatwa yang dihasilkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemaslahatan masyarakat Jawa Barat.
Ditulis oleh: Muhammad Abdul Basith, S.H.
