Cover Banner (1640 × 624 piksel)



"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk." (QS. an-Nahl :125)
Perkuat Sinergi Wujudkan Jabar Bersih Narkoba, Pimpinan GANNAS ANNAR MUI Gelar Audiensi dengan Ditresnarkoba Polda Jabar

BANDUNG, MUIJABAR – Gerakan Nasional Anti Narkoba (GANNAS ANNAR) MUI Provinsi Jawa Barat kembali memperkuat langkah kolaboratif dengan menggelar audiensi strategis bersama Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jawa Barat. Pertemuan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 11 September 2026, bertempat di Markas Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat.

Kegiatan ini bertujuan untuk membangun sinergi kelembagaan dalam upaya pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan, serta peredaran gelap narkotika di wilayah Jawa Barat. Dari pihak kepolisian, audiensi ini dihadiri langsung oleh AKBP Rudi Suherman, S.H., M.H. selaku Kabag Binopsnal Ditresnarkoba Polda Jabar, dan AKBP Dini Hardiyany, S.H., M.H. selaku Kabag Wasidik Ditresnarkoba Polda Jabar.

Sementara itu, delegasi Dewan Pimpinan GANNAS ANNAR MUI Jawa Barat dipimpin langsung oleh Ketua, KH. E. Nurdin Mubarok, S.Ag., M.Pd., didampingi oleh Wakil Ketua, Dr. Ade Arip Ardiansyah, M.Pd. Turut hadir jajaran Pimpinan lainnya, yakni Kiyai Cecep Kanda, S.T., M.Ag. (Bidang Konseling dan Rehabilitasi), Kiyai Soleh Abdul Hamid dan Kiyai Hendri Trisucipto, S.Pd. (Bidang Pelatihan, Sosialisasi, dan Edukasi), Kiyai Saepul Rohman (Bidang Organisasi dan Daerah), serta Kiyai Hasan Basri (Bidang Pemberdayaan dan Kerjasama).

Sinergi Penegakan Hukum dan Pendekatan Keagamaan

Pertemuan diawali dengan sambutan dari AKBP Rudi Suherman, yang kemudian dilanjutkan dengan pemaparan oleh AKBP Dini Hardiyany mengenai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Ditresnarkoba Polda Jabar. Dalam pemaparannya, pihak kepolisian menegaskan pentingnya peran serta masyarakat dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan tindak pidana narkotika di Jawa Barat.

Merespons pemaparan tersebut, Ketua GANNAS ANNAR MUI Jabar, KH. E. Nurdin Mubarok, menyampaikan visi, misi, serta program kerja lembaganya. Ia menekankan bahwa pencegahan narkoba memerlukan pendekatan yang komprehensif.

"Pencegahan penyalahgunaan narkoba harus dilakukan melalui pendekatan keagamaan, edukasi, sosialisasi, konseling, rehabilitasi, serta penguatan peran masyarakat secara luas," papar KH. E. Nurdin Mubarok.

Gagasan Dai Kamtibmas Antinarkoba

Kedua belah pihak bersepakat bahwa persoalan narkotika tidak dapat diselesaikan secara parsial oleh satu institusi saja, melainkan membutuhkan keterlibatan dari berbagai unsur secara bersama-sama. Dalam diskusi tersebut, muncul sebuah gagasan kolaborasi strategis, yakni pengembangan program "Dai Kamtibmas Antinarkoba".

Program ini memosisikan para dai dan tokoh agama sebagai agen edukasi sekaligus mitra kepolisian yang dilengkapi dengan KTA atau nametag khusus. Tujuannya adalah agar pesan-pesan pencegahan narkoba dapat disampaikan secara lebih dekat melalui bahasa keagamaan dan kultural masyarakat Jawa Barat.

Secara keseluruhan, audiensi ini menghasilkan beberapa poin kesepakatan sinergi antara Dewan Pimpinan GANNAS ANNAR MUI Jawa Barat dan Ditresnarkoba Polda Jawa Barat, yang meliputi:

  • Pelaksanaan program sosialisasi dan edukasi antinarkoba kepada masyarakat, khususnya pelajar dan generasi muda.
  • Penyelenggaraan pelatihan khusus bagi para dai dan elemen masyarakat.
  • Penguatan peran tokoh agama sebagai komunikator perubahan.
  • Optimalisasi program konseling dan rehabilitasi bagi masyarakat yang menjadi korban penyalahgunaan.
  • Pembinaan generasi muda sejak dini.
  • Realisasi dan pengembangan program Dai Kamtibmas Antinarkoba.

Pertemuan yang berlangsung hangat dan konstruktif ini ditutup dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat komunikasi dan koordinasi lintas lembaga. Sinergi antara aparat penegak hukum dan barisan ulama ini diharapkan menjadi fondasi kuat untuk mewujudkan lingkungan yang sehat, aman, religius, serta terbebas dari narkoba demi mendukung tercapainya visi Jabar Istimewa. E. Wifky Afandi (Infokom MUI Prov. Jabar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *