SUKABUMI, MUIJABAR – Pelantikan Dewan Pimpinan dan Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi masa khidmat 2026-2031 tanggal 1 September 2026 M / 19 Rabiul Awal 1448 H bertempat di Gedung Bazul Asyhab, Komp. Pusat Pengembangan Dakwah Islam (PUSBANGDAI), Kec. Cikembar, Kab. Sukabumi berlangsung khidmat. Hadir langsung Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Provinsi Jawa Barat al-Mukarom abuya KH Abdullah Muchtar yang memberikan suntikan kedalaman makna spiritual dalam acara tersebut.
Dalam pesan dan arahannya, beliau menegaskan hakikat tugas dan tanggung jawab besar seorang ulama, serta memaparkan empat syarat mutlak keberhasilan dalam membimbing umat.
Tugas Ulama sebagai Pewaris Nabi
Abuya KH Abdullah Muchtar mengawali arahannya dengan mengingatkan bahwa tugas ulama tidak sekadar mengurus organisasi, tetapi yang lebih utama adalah membimbing umat. Beliau menekankan bahwa ulama adalah pengemban amanat dari Rasulullah SAW, yang bertanggung jawab atas keberlangsungan agama dan kebahagiaan bangsa.
"Seorang mukmin yang melaksanakan tugas, lalu membawa umat dan membimbing mereka ke jalan sunah Rasulullah SAW, maka orang tersebut akan diberikan pahala, beserta pahala orang yang mengikutinya," tutur beliau, menjelaskan betapa mulianya tugas seorang ulama yang istiqomah.
Ancaman Kerusakan Jika Ulama Tidak Ikhlas
Abuya KH Abdullah Muchtar juga mengingatkan akan ancaman kerusakan masyarakat jika ulama dan pemimpinnya tidak menjalankan amanah dengan ikhlas. Beliau mengutip pandangan Imam Ghazali mengenai penyebab kerusakan masyarakat dan pemerintahan.
"Imam Ghazali di dalam kitabnya Ihya Ulumiddin menjelaskan bahwa kerusakan masyarakat adalah ulah dari kerusakannya para pemimpin dan pejabat pemerintahan di dalam masyarakat tersebut. Dan juga, rusaknya pemerintahan adalah ulah kerusakannya para ulama."
Lebih lanjut, beliau memaparkan dua penyakit utama yang dapat merusak ulama, yaitu cinta akan harta kekayaan (hubbul mal) dan cinta akan jabatan yang tinggi (hubbul jah).
Empat Syarat Keberhasilan Tugas Ulama
Untuk menjaga kesucian amanat dan meraih kesuksesan dalam membimbing umat, al-Mukarom Abuya KH Abdullah Muchtar menjabarkan empat syarat mutlak yang harus dimiliki oleh seluruh Dewan Pimpinan dan Dewan Pertimbangan MUI:
- Ikhlas karena Allah: Beliau menegaskan pentingnya niat yang tulus. "Allah tidak memerintahkan kepada manusia, (kecuali) harus ikhlas di dalam segala tugas dalam agama. mudah-mudahan Allah memberikan taufik dan hidayah, kita melaksanakan dengan ikhlas," pesannya.
- Istiqomah dan Amanah: Beliau menekankan pentingnya sikap konsisten (istiqomah) dan jujur (amanah) dalam menjalankan tugas. "Istiqomah itu maknanya bisa kita lihat dalam riwayat bahwa ada seseorang sahabat yang meminta wasiat kepada Rasulullah. Lalu Rasulullah berkata, ucapkan iman kepada Allah dengan sesempurnanya, dan laksanakan istiqomah."
- Kesabaran dalam Menghadapi Godaan: Menjalankan tugas mulia pasti akan menghadapi godaan. "Tiap-tiap ada aksi tentu ada reaksi, dan tugas baik tentu banyak godaannya. Tapi kita harus laksanakan dengan kesabaran," ujar Abuya memotivasi.
- Tawakal kepada Allah: Terakhir, abuya mengingatkan pentingnya berserah diri kepada Allah atas hasil dari setiap ikhtiar. "Semua urusan tidak akan mungkin sukses tanpa bantuan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Oleh karena itu, syarat keempat untuk melaksanakan dan meraih kebahagiaan itu, harus kita memiliki tawakal (kepada) Allah."
