SUKABUMI, MUI JABAR – Sinergi antara otoritas penegak hukum dan ulama di Jawa Barat dalam memerangi kejahatan narkotika semakin menguat. Hal ini dibuktikan dengan kunjungan silaturahmi Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Barat, Brigjen Pol. Sulistiyo Pudjo, S.I.K., M.Si., ke Pondok Pesantren Azzainiyyah, Kabupaten Sukabumi.
Kunjungan ini merupakan realisasi dari komitmen Brigjen Pol. Sulistiyo untuk sowan secara langsung kepada Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Barat, Dr. KH. Aang Abdullah Zein, M.Pd., yang juga merupakan pengasuh pondok pesantren tersebut. Menariknya, pesan-pesan pemberantasan narkoba ini digaungkan langsung dari atas mimbar keagamaan, tepat di sela-sela khidmatnya rangkaian kegiatan Majelis Manaqib Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani Q.S.
Jawa Barat Darurat Narkoba: Butuh Benteng Spiritual
Di hadapan ribuan jemaah dan santri yang hadir, Brigjen Pol. Sulistiyo Pudjo membunyikan alarm kewaspadaan mengenai status darurat narkoba di Tanah Pasundan. Ia memaparkan realitas pahit bahwa Jawa Barat bukan sekadar jalur perlintasan, melainkan telah menjadi daerah produktif dan penyumbang angka prevalensi pengguna narkoba terbesar di tingkat nasional.
Merespons kondisi kritis ini, Kepala BNNP Jabar menegaskan bahwa pendekatan hukum semata tidak akan pernah cukup. Operasi pemberantasan harus diiringi dengan pertahanan moral yang kokoh. Dalam konteks inilah, institusi pesantren dan majelis-majelis zikir—seperti Majelis Manaqib di Azzainiyyah—memegang peran sentral sebagai benteng spiritual pertahanan generasi bangsa.
Edukasi Taktis: Kenali Modus dan Jenis Narkoba Viral
Tidak hanya sekadar memberikan imbauan umum, dalam kesempatan tersebut Brigjen Pol. Sulistiyo juga memaparkan secara terperinci mengenai asal-usul dan berbagai jenis narkotika yang beredar di lapangan. Ia secara khusus menyoroti dan memperkenalkan varian-varian narkoba gaya baru yang belakangan ini tengah viral dan marak menjerat anak muda.
Edukasi taktis ini sengaja disampaikan agar masyarakat luas, para santri, hingga tokoh agama memiliki pemahaman dan literasi yang utuh. Dengan mengenali wujud dan modus operandi peredarannya, masyarakat diharapkan tidak mudah terkecoh dan bisa lebih proaktif melindungi lingkungan keluarganya.
Tidak Ada Kompromi untuk Narkoba
Menyuarakan pesan ketegasan dari lingkungan religius, Kepala BNNP memberikan sinyal kuat bahwa negara tidak akan memberikan toleransi sedikit pun kepada jaringan pengedar obat terlarang. Sikap "tanpa kompromi" dari aparat BNN dan kepolisian ini kini dibersamai penuh oleh dukungan moral, fatwa, dan doa para ulama.
Ke depannya, BNNP Jawa Barat dan MUI Jawa Barat—melalui perpanjangan tangan Gerakan Nasional Anti Narkoba (Gannas Annar)—akan terus merapatkan barisan. Sinergi ulama dan umara ini diharapkan mampu melahirkan program edukasi preventif yang masif guna mewujudkan visi mulia: Jawa Barat Istimewa yang Bersih dari Narkoba. E. WIfky Afandi (Infokom MUI Jabar)
