Cover Banner (1640 × 624 piksel)



"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk." (QS. an-Nahl :125)
MUI Jawa Barat Adakan Kunjungan Silaturahmi kepada PANGDAM III Siliwangi

BANDUNG, MUI JABAR – Bertempat di Makodam III Siliwangi Jl. Aceh, Bandung, Pangdam III Siliwangi Mayor Jenderal M. Kosasih S.E., M.M., didampingi oleh beberapa pejabat dan staf menerima kunjungan Pengurus MUI Jawa Barat, Kamis 11 Juni 2026 pukul 11.00 - 12.30.

Pengurus MUI Jabar yang terdiri dari Dr. KH. Aang Abdullah Zein M.Pd.I. (Ketua Umum), Prof. Dr. KH. Ajid Tohir M.Ag. (Wakil Ketua Umum Bidang Keagamaan), Dr. KH. Asep Zaenal Muttaqien S.T., M.Ag. (Wakil Ketua Umum Bidang Sosial), Drs. HM. Rafani Achyar M.Si. (Ketua Bidang Kerukunan Antar Umat Beragama), dan KH. Supadi Sulaeman (Bendahara Umum).

Ketua Umum MUI Jawa Barat dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih yang tiada terhingga kepada Bapak Pangdam III Siliwangi atas penerimaan kunjungan silaturahmi Pengurus MUI Jabar. Selanjutnya beliau menyampaikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Maksud dan tujuan kunjungan silaturahmi ini intinya adalah ingin membangun sinergitas dan koordinasi secara berkesinambungan antara MUI Jawa Barat dengan Kodam III Siliwangi. Kami ingin hubungan kesejarahan antara MUI Jabar dengan Kodam III Siliwangi terus hidup sepanjang masa, mengingat peran Kodam III Siliwangi begitu besar terhadap kelahiran MUI Jabar. Kodam III Siliwangi-lah yang menggagas berdirinya Badan Musyawarah Alim Ulama (BMAU) tahun 1958 beserta beberapa orang Ulama di Jawa Barat. BMAU inilah kelak menjadi embrio kelahiran MUI di Jawa Barat, maka tidak heran bila Ketua Umum MUI Jabar pertama (1967-1971) dijabat oleh Mayor Jenderal M. Darsono Pangdam III Siliwangi waktu itu.

  2. Adapun latar belakang/situasi yang mendorong lahirnya kerjasama yang padu antara Ulama dengan Kodam III Siliwangi sehingga melahirkan BMAU (Badan Musyawarah Alim Ulama) tiada lain karena membela rakyat Jawa Barat khususnya wilayah Priangan yang mengalami tekanan teror luar biasa akibat pemberontakan DI/TII pimpinan Kartosuwiryo yang berusaha mendirikan Negara Islam Indonesia.

  3. Alhamdulillah semangat kerjasama membela Bangsa, Agama, dan Negara seperti tercermin dalam kisah heroik rakyat Jawa Barat beserta Siliwangi dapat dilestarikan dalam bentuk visi misi MUI sebagai Khadimul Ummah (pelayan umat) dan Shadiqul Hukumah (mitra strategis pemerintah). Bahkan Visi Misi MUI Jawa Barat lebih menukik selain pada kepentingan Nasional juga lebih spesifik pada kepentingan Jawa Barat saat ini. Kami punya tagline: “KHIDMAH ULAMA UNTUK JAWA BARAT ISTIMEWA”, ditopang oleh empat pilar utama: “Bersatu dalam aqidah, berjamaah dalam ibadah, bertoleransi dalam khilafiah, dan bekerjasama dalam dakwah”.

  4. Setelah kami terpilih dalam Musyawarah Daerah (MUSDA) XI bulan Desember Tahun 2025 yang lalu, kami langsung melakukan konsolidasi organisasi, kelembagaan, kelengkapan kepengurusan, dan tentu saja rencana penjabaran program. Alhamdulillah semuanya sudah selesai. Banyak rencana kerja kami yang memerlukan sinergitas, koordinasi, dan tentu saja bantuan dari Kodam III Siliwangi. Karena itu kami menawarkan rencana kerjasama tersebut mudah-mudahan bisa diterima.

  5. Adapun bidang-bidang yang bisa dikerjasamakan antara lain: Penanggulangan gerakan Radikalisme Keagamaan, Penanganan aliran-aliran sesat, Sosialisasi Gerakan Santri Kebangsaan, dll.

Pangdam III Siliwangi dalam sambutannya mengapresiasi kunjungan silaturahmi pengurus MUI Jawa Barat. "Seharusnya saya yang datang ke MUI," kata beliau, "Ini malah keduluan oleh MUI," kelakar beliau. "Tapi tidak apa-apa, saya minta maaf kalau belum bisa berkunjung ke MUI."

"Saya sangat mengapresiasi apa yang dipaparkan oleh Ketum MUI tadi, oleh karena itu jajaran Kodam III Siliwangi siap mendukung dan bekerjasama dengan MUI Jawa Barat. Saya tahu bahwa antara MUI Jabar dengan Kodam Siliwangi punya hubungan kesejarahan yang kuat, terutama ketika menghadapi pemberontakan DI/TII pimpinan Kartosuwiryo. Berkat kerjasama tersebut gerakan DI/TII dapat ditumpas, walaupun tetap kita harus waspada karena paham radikalisme keagamaan di Jawa Barat tetap hidup dan berkembang. Saya meminta MUI untuk terus mengembangkan dakwah yang menyejukkan yang dalam Al-Qur’an disebut dengan Bil hikmah wal mau'idzatil hasanah."

"Untuk program-program yang lain terutama yang berkaitan dengan upaya memelihara kondusivitas Jawa Barat, nanti kita rumuskan bersama, teknisnya bagaimana, strateginya seperti apa. Intinya kami akan mendukung."

Penulis : HM. Rafani Achyar (Ketua Bidang Kerukunan Umat Beragama MUI Jabar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *