BANDUNG, MUIJABAR – Gerakan Nasional Anti Narkoba (GANNAS ANNAR) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat menerima kunjungan silaturahmi dan koordinasi dari GANNAS ANNAR Provinsi Sumatera Utara. Pertemuan strategis ini berlangsung di Kantor MUI Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung, pada Kamis (20/8/2026).
Agenda utama forum ini berfokus pada pertukaran pengalaman serta penguatan strategi dan program pencegahan maupun penanggulangan penyalahgunaan narkoba.
Hadir mewakili GANNAS ANNAR Jabar adalah H. Indra Muchtar selaku Bendahara dan Jaka Sunarya sebagai Wakil Bendahara sekaligus notulis kegiatan. Turut mendampingi pula Edi Waluyo dari Komisi Ekonomi Syariah MUI Jabar.
Sementara itu, delegasi dari Sumatera Utara dipimpin langsung oleh Ketua GANNAS ANNAR Sumut, Dr. Zulkarnain Nasution, M.A., ICAP., didampingi oleh Sekretaris Zulpahmi Lubis, M.H.I., dan Koordinator Bidang Advokasi dan Hukum Dr. Budi Sastra Panjaitan, S.H., M.Hum.
Kawal "Indonesia Emas", Lindungi Guru BK
Salah satu sorotan utama dalam pertemuan ini adalah penegasan visi menyongsong cita-cita Indonesia Emas. Kedua belah pihak sepakat bahwa cita-cita besar tersebut tidak akan pernah tercapai apabila generasi mudanya kehilangan masa depan akibat penyalahgunaan narkoba.
Oleh karena itu, muncul sebuah gagasan kuat: "Indonesia Emas, Jangan Sampai Menjadi Indonesia Lemas". Gerakan pencegahan narkoba harus ditempatkan sebagai bagian integral dari agenda besar pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
Selain itu, fokus pencegahan sejak dini di lingkungan pendidikan turut menjadi pembahasan krusial. Forum ini menyoroti pentingnya perlindungan terhadap Guru Bimbingan dan Konseling (BK) yang seringkali menjadi ujung tombak deteksi dini di sekolah.
Dalam praktiknya, Guru BK kerap menghadapi risiko disalahkan saat menangani siswa yang terindikasi menggunakan narkoba. Oleh karenanya, pertemuan menyimpulkan perlunya sistem yang terintegrasi dan jelas agar Guru BK tidak bekerja sendirian atau dijadikan pihak yang dikorbankan. Sekolah diwajibkan memiliki mekanisme penanganan yang merangkul kepala sekolah, orang tua, dan tenaga profesional.
Tindak Lanjut dan Peningkatan SDM
Sebagai bentuk komitmen nyata yang berkelanjutan, pertemuan konstruktif ini menghasilkan sejumlah kesepakatan tindak lanjut, di antaranya:
- Menyusun konsep edukasi dan literasi anti-narkoba yang komprehensif khusus untuk lingkungan sekolah.
- Mendorong lahirnya kebijakan dan regulasi daerah yang memberikan landasan kuat bagi aspek pencegahan, deteksi dini, hingga rehabilitasi sosial.
- Mempersiapkan program upgrading (pembekalan) SDM GANNAS ANNAR yang direncanakan berlangsung selama tiga hari tiga malam di Sumatera Utara.
- Membangun mekanisme rujukan dan penguatan kapasitas bagi para konselor adiksi.
- Membangun komunikasi dan sinergi strategis dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) serta instansi pemerintah terkait guna meningkatkan efektivitas program di lapangan.
Melalui kolaborasi antardaerah ini, GANNAS ANNAR diharapkan tidak hanya sekadar hadir secara seremonial saat masalah terjadi, melainkan mampu mengambil posisi proaktif dalam upaya edukasi, advokasi, dan pencegahan.
Pertemuan yang berjalan penuh semangat kolaborasi ini diharapkan menjadi pondasi lahirnya program nyata untuk melindungi generasi muda bangsa dari jerat mematikan narkoba. Hasil pertemuan ini juga telah diketahui secara resmi oleh Ketua GANNAS ANNAR Provinsi Jawa Barat, KH. E. Nurdin Mubarok S.Ag., M.Pd. E. Wifky Afandi (Infokom MUI Prov. Jabar)
